Bikin Merinding! "Ibu yang Telah Meninggal 123 Hari" Masih Bisa Melahirkan Bayi Kembar! Ternyata "Kisah Mengharukan" Dibaliknya Bikin Jutaan Netizen Menangis

Ini kisah mengharukan sekaligus menakjubkan. Seorang ibu hamil di Brasil mengalami masalah 'otak mati'. Ia dibiarkan hidup selama 123 hari dengan bantuan mesin karena sedang mengandung. Akhirnya ia berhasil melahirkan bayi kembar yang sehat.
Frankielen da Silva Zampoli Padilha, ibu berusia 21 tahun dari Campo Largo meninggal secara tragis setelah diserang stroke. Bayi dalam kandungannya berusia 9 minggu saat dia terserang stroke. Melihat kondisi jantung dan embrio bayi yang masih berdegup di dalam kandungan ibunya, dokter melakukan yang terbaik untuk memastikan anak tersebut dapat dilahirkan.
Suaminya, Muriel Padilha, 24 tahun mengatakan, "Saya dalam perjalanan ke tempat kerja Oktober lalu saat Frankielen menelepon dan meminta saya pulang ke rumah dengan segera."
Padilha menceritakan, bahwa istrinya itu mengatakan kepalanya sakit serasa ingin membunuhnya
"Saya menyuruhnya minum obat. Tapi kemudian dia bilang bahwa sakitnya seperti menusuk belakang lehernya.Sangat sakit sampai ia hampir jatuh pingsan," kata Padilha.
Ketika dia pulang ke rumah dan menyadari bahwa istrinya menangis, gemetar, serta muntah-muntah. Istrinya kemudian dibawanya ke rumah sakit. Selama perjalanan ke rumah sakit, istrinya itu mengatakan agar Padilha siap menerima kenyataan bahwa ia harus tinggal (rumah sakit) dan tidak akan pulang.
"Lalu dia pingsan dan itulah kata terakhir yang saya dengar dari mulutnya dan terakhir kali saya melihatnya hidup," kata Padilha sedih
Istrinya dikonfirmasi mengalami cerebral haemorrhage (pendarahan dalam otak). Setelah tiga hari tes dan scan dilakukan, istrinya dikonfirmasi mati otak.
Padilha diberitahu bahwa anak kembarnya yang belum lahir mungkin tidak dapat diselamatkan. Dokter berpikir mereka sudah meninggal di dalam rahim ibunya. Tetapi ternyata bayi dalam kandungan itu masih bernyawa.
"Organ Frankielen masih berfungsi sama seperti dia masih bersama kita. Kami memutuskan untuk membiarkan dia hidup untuk menyelamatkan bayinya yang masih dalam kandungan. Dan setiap hari, kami melihat mereka (bayi-bayi) itu tumbuh secara normal," kata Dr. Dalton Rivabem.
Pihak dokter, perawat dan banyak lagi ahli kesehatan melakukan rutinitas perawatan bagi bayi Frankielen seperti bernyanyi, mendengarkan lagu dan berbicara dengan mereka.
Akhirnya bayi kembar, Ana Vitoria dan Asaph selamat dilahirkan dengan berat masing-masing 3 pound dan 2,9 pound. Bayi tersebut ditinggalkan di dalam inkubator selama tiga bulan dan dijaga oleh Angela Silva, ibu Padilha.
"Saya sangat bangga dengan anak saya. Sangat sulit untuk saya menerima kepergiannya tapi dia memiliki hati seorang pahlawan karena sampai saat terakhir, dia menjaga anak-anaknya dan memberi mereka kehidupan sampai hari terakhirnya," kata Silva ibunya
Padilha  bercerita, pada suatu malam, Frankielen datang ke tempat tidurnya dan berkata, "Sayang, aku tidak bisa kembali lagi kepadamu. Tinggal di sini, saya berada di tempat yang indah sekarang, Kamu masih memiliki misi yang bagus untuk menyelesaikannya. Kamu perlu merawat anak-anak kita dan kamu harus kuat dan tetap hidup."
"Frankielen seorang yang sangat mulia dan penuh kasih. Saya percaya Tuhan memilih dia untuk hal ini supaya keajaiban bisa terjadi," kata Padilha lagi.
Tonton video mengharukannya di sini:

Sumber: Freep

http://www.cerpen.co.id/post_145014.html