SHOCK! Supaya Cantik, Cewek Ini Membeli "Softlens Pembesar Bola Mata". Tapi Begitu Dipakai, Mata Langsung Merah dan Terdapat "10 Benda Aneh" Di Dalamnya!

Pemakaian softlens sebenarnya ditujukan untuk memberi kemudahan agar tak lagi direpotkan dengan kacamata. Nilai tambahnya, ada berbagai macam warna yang bisa jadi pilihan untuk menunjang penampilan dan ada juga yang bisa membuat bola matamu lebih besar dari ukuran normal. Penggunaannya yang memang nggak sekadar hanya menempel lensa di mata membuat pemakainya harus benar-benar berhati-hati. Salah-salah bisa jadi fatal akibatnya.
Meski sudah ada beberapa orang yang kapok memakai softlens karena masing-masing dari mereka punya pengalaman yang kurang mengenakkan saat pemakaian, masih banyak juga yang setia terhadap softlens. Nggak salah, sih. Yang salah adalah kalau kamu sama sekali tidak memperhatikan kebersihan dan disiplin dengan waktu selama pemakaian softlens. Ini nih contoh kisah nyata tentang dampak buruk pemakaian softlens jika kamu ceroboh.
 
Baru-baru ini, seorang wanita bernama Miss Huang (23 tahun)  dikenal sebagai wanita cantik di kampusnya. Tapi sayangnya dibalik kecantikannya, ia tidak puas dengan kondisi fisiknya, terutama di bagian matanya. Dia merasa matanya terlalu kecil, dan sering jadi bahan bercanda karena matanya terlalu sipit.
Akhirnya sebulan yang lalu ia memutuskan untuk membeli softlens pembesar bola mata, dengan begitu dia berharap mata sipitnya bisa terlihat lebih besar. Karena saat itu uang jajannya terbatas, jadi Miss Huang membeli softlens melalui internet agar bisa mendapat harga semurah mungkin.
Tibalah saat pertama kalinya ia memakai softlens. Waktu awal pakai, memang belum terbiasa, ia merasa matanya agak sedikit kesemutan dan gatal. Tapi dia berfikir bahwa itulah efek samping dari memakai softlens bagi pemula. Jadi dia mengabaikan dan membiarkan matanya kesemutan selama hampir sebulan.
Sampai suatu hari ia merasa matanya berubah jadi sangat merah, terkena sinar rasanya begitu perih. Miss Huang mendadak panik, langsung ia pergi periksa ke dokter. Saat matanya diperiksa dan dibuka, dokter langsung terkaget, karena menemukan banyak benda seperti batu-batu kecil berwarna kuning dan putih. Jika batu dijumlahkan dari kedua mata, total ada 10 batu yang mengendap dalam matanya.
Ternyata Miss Huang terkena konjungtivitis papiler raksasa. Konjungtivitas adalah peradangan pada selaput lendir yang menutupi bagian putih mata dan bagian kelopak mata dalam. Konjungtivitus ditandai oleh kehadiran gundukan raksasa atau papila (lebih dari 1 milimeter diameternya) pada permukaan posterior dari kelopak mata atas, disertai kemerahan, gatal, rasa terbakar, debit lendir, dan penglihatan kabur. Hal ini mungkin berhubungan dengan iritasi karena endapan kelebihan protein pada lensa dan / atau bahan kimia (seperti pengawet) dalam larutan pembersih dan sterilisasi yang digunakan untuk merawat lensa.
Dokter menyarankan agar Miss Huang melakukan penghentian pemakaian lensa kontak serta diberikan pengobatan khusus. Dari sanalah Miss Huang tersadar dan kapok untuk memakai sembarangan softlens tanpa rekomend dari dokter, apalagi beli di internet dengan harga yang murah. Untuk kesehatan badannya kita harus benar-benar memikirkan kualitas dari produk tersebut.
Dokter juga menyarankan kepada Miss Huang cara sofltens yang benar:
1.Jaga Kebersihan Lensa Kontak
Penggunaan lensa kontak bisa berbahaya ketika seseorang tidak menjaga kebersihan dan disiplin pemakaian
2. Batas Waktu Penggunaan Lensa Kontak
Jangan menggunakan lensa kontak selama satu harian penuh tanpa melepasnya sama sekali. Jadi batasi penggunaan lensa kontak pada matamu dalam sehari, sebaiknya hanya 8 jam dalam sehari.
3. Perhatikan Kualitas Lensa Kontak
Hal ini dikarenakan tidak semua bahan softlens tiruan aman untuk mata kita. Kadar air rendah, ini adalah salah satu ciri utama. Softlens tiruan seringkali mudah kering dan pemakainya sangat sering mencari tetes mata softlens untuk diteteskan ke mata (akibat rasa kering yang berlebihan pada mata). Bahkan seringkali softlens palsu tersebut malah menyerap kelembaban yang ada pada mata.
Sumber: Fafa

http://www.cerpen.co.id/post_145884.html