Setelah Melahirkan Anak Kembar, Ibu Ini Teriak "Perutku Masih Bergerak, Masih Ada Satu Bayi!", Namun Setelah Di Periksa, Sang Ibu Langsung Malu Sendiri!

Ketika Lily tahu dia mengandung anak kembar, hatinya sangat bahagia. Mertua dan suaminya juga sangat memperhatikannya. Namun, adegan canggung terjadi saat Lily berteriak setelah sukses melahirkan si kembar.
"Dokter! Dokter! Sini! Ada satu bayi lagi di dalam perutku, buruan!" teriaknya dari ruang persalinan.
Dokter bergegas datang dan memeriksa rahim Lily, karena ada kemungkinan Lily melahirkan kembar tiga. Mungkin juga kembar ketiga ini kekurangan gizi hingga ultrasound tidak mendekteksinya.
Setelah diperiksa, dokter malah tertawa terbahak-bahak, "Kamu udah ada dua bayi masi mau satu lagi yah."
"Apa yang terjadi? Tadi perut saya bergerak luar biasa, kalau bukan anak yang bergerak, lantas cacing yang gerak?" ujar Lily dengan bingung.
Dokter malah lanjut tertawa, "Kamu lucu deh, perutmu bergerak karena kontraksi rahim. Setelah wanita melahirkan, hal ini memang bisa terjadi, normal kok. Dua hari kemudian akan berhenti, tenang saja."
Lily merasa malu setelah mendengar penjelasan dokter. Ia tidak bisa menahan tawa dan langsung tersenyum. Hatinya juga lega karena akhirnya bayinya lahir dengan sehat.
Setelah melahirkan anak, wanita akan merasakan rasa sakit yang merupakan kontraksi rahim. Hal ini sangat normal karena uterus sedang menguras residu untuk mengembalikan tubuh ibu supaya kembali normal. Jika sakitnya terlalu parah, mungkin saja terjadi infeksi pada rahim atau residu terlalu banyak yang harus segera diperiksa.
Masa pemulihan rahim ibu berbeda-beda, umumnya 3 hari sampai setengah bulan rasa sakit akan berkurang secara signifikan. Beberapa ibu juga tidak akan merasakan kontraksi rahim setelah selesai melahirkan.
Yuk, mari kita simak apa yang terjadi setelah persalinan:
1. Setelah anak lahir, berat badan ibu akan berkurang sekitar 5 kilogram. 5 kilogram ini termasuk berat badan anak dan berat cairan amnion.
2. 5 menit sampai 2 jam setelah melahirkan, plasenta akan pelan-pelan jatuh dan akan menciptakan luka sebesar telapak tangan pada rahim. Jaringan lunak akan berdarah kira-kira 300ml. Darah ini disimpan selama kehamilan dan tidak akan menimbulkan efek samping.
3. Setelah melahirkan, rahim akan menyusuk dari bola kebugaran sampai sebesar melon.
4. Ligamen pada rahim tetap membentang, untuk kembali ke ukuran normalnya memerlukan beberapa waktu, sehingga tubuh terasa lemah beberapa saat setelah melahirkan.
5. Selama kehamilan, jantung, hati, perut dan paru-paru ditekan ke atas oleh rahim. Setelah melahirkan, organ-organ tubuh ini akan mendapatkan lebih banyak ruang dan secara bertahap kembali ke posisi semula. Hal ini akan membuat ibu merasa rileks. Namun pada awalnya, pergerakan organ ini akan membuat ibu baru merasa kurang nyaman.
6. Kadar hormon endorfin di tubuh ibu baru tetap pada tingkat tinggi setelah melahirkan. Endorfin adalah zat yang diproduksi oleh tubuh ibu dan dapat mengurangi rasa sakit saat melahirkan.
7. Meski kontraksi pada rahim sakit, namun rasa ini juga dapat membangun "keibuan" sang ibu, yang akan mendorong ibu untuk lebih menyayangi anaknya.
Semoga artikel ini bermanfaat yah, jangan lupa untuk SHARE dan LIKE artikel ini kepada teman-temanmu.


Sumber: Happy


http://www.cerpen.co.id/post_146422.html