Setelah Bayi Kembar Ini Lahir, Nenek Kandungnya Niat "Membunuh" Kedua Bayi Itu, Bahkan Ayahnya Pun Ingin Membuangnya! 23 Tahun Kemudian, Mereka Menangis Menyesalinya!

Ibu masih berusia 19 tahun saat menikah dan yang menjadi suaminya adalah sepupunya snediri karena dalam keluarganya mengakui bahwa hubungan persaudaraan yang sudah terjalin lama ini akan membuat rumah tangga ibu menjadi lebih bahagia lagi. Akhirnya setelah 1 tahun menikah, ibupun hamil dan ia sangat senang saat mengetahui bahwa dirinya telah hamil. Meskipun keadaan rumah tangganya saat itu terbilang miskin, namun ayah tetap memberikan makan terbaik bagi ibu. Saat itu semuanya terasa begitu indah dan bahagia.
Namun, di musim dingin yang parah saat itu, adik perempuan saya lahir, dan saya pun lima menit lebih awal darinya. Ya, kami adalah saudara kembar, namun begitu lahir ke dunia ini, kami telah mengagetkan bidan yang membantu persalinan ibu. Bahkan nenek kami berkata ingin memukul kami hingga mati, ia begitu kaget melihat bentuk kami yang menurutnya menyerupai makhluk aneh.
Setelah 1 minggu berlalu, ayah sudah tidak tahan lagi dan menyarankan agar ibu membuang kami atau memberikan kami kepada orang lain, yang penting saya dan adik tidak boleh ada di rumah itu. Menurut ayah, dengan demikian keluarga yang selama ini dibangunnya akan hidup lebih bahagia lagi.
Kami terlahir dengan kulit yang begitu putih bahkan kami pun sudah lahir dengan rambut putih. Nenek selalu menyebut kami adalah makhluk aneh atau monster. Bahkan warga di tempat kami tinggal sempat gempar dan heboh karena kehadiran kami, mereka pun ikut menyarankan agar menyingkirkan kami dari sana. Mereka menganggap bahwa kami adalah pembawa sial dan mungkin akan terjadi hal yang tidak diinginkan dengan keberadaan kami di sana.
Ibu tidak mau meninggalkan kami, ia tetap bersikeras mempertahankan saya dan adik. Rumah yang seharusnya menjadi tempat tinggal kami, di hari itu malah sama sekali tidak menyambut kedatangan kami dengan seharusnya.
Akhirnya, kakek dan nenek (orang tua ibu) dan paman pun datang menjemput kami untuk membawa kami pulang ke rumah. Sejak saat itu kami belum pernah lagi kembali ke rumah itu, bahkan kami juga memutuskan hubungan dengan pihak ayah. Bahkan kami juga tidak pernah mau mendengar gosip-gosip dan kata-kata celaan yang muncul dari keluarga besar kami.
Dua tahun kemudian ibu menikah lagi di kota, saya dan adik pun pindah ke rumah baru, tinggal bersama ayah tiri dan juga kakek, tapi nenek sudah tidak ada lagi, nenek telah meninggal dunia. Ayah berusia 13 tahun lebih tua dari ibu, dia menerima saya dan saudara perempuan saya dengan segala kekurangan kami. Kami hidup begitu bahagia dalam keluarga baru ini.
Ayah juga membawa kami ke dokter khusus untuk membantu pengecekan dan pengobatan kelaina yang kami derita ini. Ya, benar saja, saya dan saudara kembar saya menderita penyakit albino.
Sampai sekarang pun, kami masih berambut putih, alis putih, kulit putih. Ayah dan ibu telah merawat dan membesarkan kami selama 23 tahun. Akhirnya ayah dan ibu pun membawa kami kembali bersama ke desa kecil di pegunungan itu.
Dia telah menikah lagi, kakek-nenek dan semua orang di desa keluar untuk melihat kami. Semua orang yang ada di desa itu menangis menyesal, mereka merasa bahwa dulu tidak seharusnya mereka mengusir kami. Mereka juga meminta maaf yang akhirnya juga membuat kami benar-benar tidak nyaman. Kami juga mengatakan bahwa kami juga tidak ingin keadaan ini. Kami juga ingin seperti orang lain, dengan rambut hitam dan kulit kuning kecoklatan. Banyak orang yang tiba-tiba terkejut saat melihat keadaan kami, namun kami sudah terbiasa dengan tatapan terkejut mereka itu.
Semoga artikel ini bermanfaat ya, sahabat Cerpen! Dishare yuk!
Sumber: pixpo

http://www.cerpen.co.id/post_146382.html