Pria 34 Tahun Ini "Tidak Merokok Maupun Minum Minuman Beralkohol", Siapa Sangka Ia "Didiagnosa Mengidap Kanker Hati Stadium Lanjut" dan Penyebabnya Isterinya Sendiri!
Kebanyakan orang menyangka bahwa penyebab utama kanker hati adalah karena terlalu banyak minum minuman beralkohol. Padahal, masih ada faktor-faktor lainnya yang juga bisa menyebabkan kanker hati.
Ada seorang pria 34 tahun bernama Wang. Pada siang hari, Wang bekerja di pabrik, sedangkan pada malam hari ia biasanya menjadi sopir taksi untuk mencari tambahan penghasilan. Pada suatu malam di bulan Maret, saat ia mengemudikan taksinya, tiba-tiba ia merasakan sakit di perutnya. Begitupun beberapa hari kemudian saat ia bekerja di pabrik, perutnya kembali terasa sakit. Kemudian Wang pun melakukan pemeriksaan MRI di rumah sakit dan siapa sangka ternyata di hatinya ditemukan tumor sebesar 15 cm.
Dokter mengatakan bahwa Wang mengidap kanker hati stadium lanjut. Karena ukuran tumornya sudah terlalu besar, jika dilakukan operasi pun hanya tinggal 30% bagian saja dari hatinya yang masih dalam keadaan baik. Operasi dengan metode konvensional memiliki resiko gagal hati bahkan kematian, namun jika tidak dilakukan operasi hidupnya kemungkinan hanya tinggal 3-6 bulan saja. Kondisi ini tentu saja tidak baik bagi Wang. Dokter menyuruh Wang untuk segera memutuskan apakah akan menjalani operasi atau tidak.
Setelah mengobrol dengan Wang, dokter menemukan bahwa kebiasaan hidup Wang sebenarnya baik, karena ia tidak merokok maupun minum minuman beralkohol. Lagipula, di keluarga Wang tidak ada riwayat pengidap kanker hati. Jadi, sebenarnya apa penyebab utama Wang sehingga bisa mengidap kanker hati?
Saat ini kulit Wang sudah berubah menjadi kuning dan itu merupakan tanda yang menunjukkan bahwa organ hatinya memiliki kerusakan serius. Setelah mengobrol lebih lanjut dengan dokter, Wang akhirnya mengaku bahwa ia memiliki isteri yang "dominan".
Wang bercerita bahwa ia sudah menikah selama lebih dari 10 tahun. Saat ini, anak-anaknya duduk di bangku SMP. Beberapa tahun terakhir ini, biaya rumah tangganya semakin membesar dan temperamen isterinya pun semakin memburuk, apalagi setelah ia dipecat dari pekerjaannya. Hampir setiap hari, isterinya marah-marah dan menganggap Wang tidak berguna. Namun, isterinya pun tidak berusaha mencari pekerjaan lagi, sehingga Wang terpaksa bekerja siang dan malam. Sejak itu, karena sibuk, Wang pun sering tidak sempat makan.
Wang mengatakan bahwa jika perawatannya membutuhkan biaya besar, maka sebaiknya ia tidak menjalaninya. Lebih baik ia menyimpan saja uangnya untuk biaya sekolah anak-anaknya. Mendengar semua itu dokter pun bingung harus bagaimana.
Berdasarkan praktisi medis China, emosi yang berlebihan pun bisa menyebabkan kanker dan berdasarkan statistik, mereka yang introvert (tertutup, menyimpan semua sendiri dalam hati) memiliki resiko 15 kali lebih besar untuk terserang kanker dibandingkan mereka yang ekstrovert!
Gejala Kanker Hati
1. Sering pusing
Penderita kanker stadium awal akan sering merasa pusing. Sel-sel kanker yang berkembang di dalam tubuh akan menyerap gula dalam darah, sehingga kadar gula darah menjadi rendah dan menyebabkan pusing.
2. Kuning
Perubahan warna kulit, bola mata putih, kuku, urin, air mata, dan keringat menjadi warna kuning juga merupakan pertanda kerusakan organ hati.
3. Demam, tidak bertenaga
Berdasarkan data, penderita kanker hati sering mengalami demam dari ringan hingga sedang dan juga berkeringat.
4. Pendarahan
Penderita kanker hati bisa mengalami pendarahan, misalnya pada gusi, serta mimisan dan memar yang muncul tanpa ada sebab yang jelas.
Cara Mencegah Kanker Hati
1. Mengkonsumsi buah-buahan yang memiliki rasa asam
Buah-buahan yang memiliki rasa asam, seperti jeruk, stoberi, dan delima bisa memelihara kesehatan organ hati.
2. Tidak sering marah-marah
Emosi yang tinggi pun secara tidak langsung mempengaruhi fungsi hati, bahkan lama kelamaan bisa merusak organ hati kita.
3. Minum teh dan bukan minuman beralkohol
Penelitian menunjukkan bahwa teh banyak mengandung polifenol dan katekin yang memiliki khasiat sebagai antikanker.
Sumber: Healthdaily
http://www.cerpen.co.id/post_146443.html
