Mengharukan! Waktu Aku Menikah, Mama Gak Terima Akad Nikah, Tapi Aku Malah Meminjam Uang Untuk Beli Rumah, dan Waktu Aku Membuka "Kapas" Pemberian Mama Ini, Aku pun Langsung Menangis!
Aku tinggal di desa sejak kecil dan kondisi perekonomian di keluargaku sangat rendah. Mama pun harus bekerja sebagai pemulung untuk mencukupi kebutuhan keluargaku. Pada waktu aku berusia 5 tahun, papa meninggal dunia karena kecelakaan, dan akhirnya mengharuskan mama dan aku untuk berjuang keras demi bisa bertahan hidup.
Karna kesulitan ekonomi, aku pun gak menyelesaikan SMA dan memutuskan pergi keluar kota untuk bekerja. Disanalah aku bertemu dengan suamiku yang sekarang setelah 2 tahun bekerja. Dia sangat perhatian padaku dan karena kami banyak menghabiskan waktu bersama cukup banyak, kami pun akhirnya memutuskan untuk berpacaran. Setelah 2 tahun, dia melamarku dan aku pun menikah dengannya. Walaupun perekonomian keluarga kecil kami masih tidak terlalu bagus, tapi aku cukup puas dengan apa yang aku punya sekarang. Bahkan ketika aku menikah, aku dan mama tidak menerima akad nikah dari suamiku, tapi aku tidak mempunyai masalah sama sekali dengan itu.
Setelah menikah, kami pun kembali bekerja keras supaya perekonomian keluarga kami membaik. Kami berdua mempunyai sebuah mimpi untuk membeli rumah kami sendiri. Kami pun berusaha keras untuk menabung uang sebanyak mungkin, tapi sayangnya uang yang kami tabung masih tinggal sedikit lagi untuk membeli rumah. Aku pun menyarankan suamiku untuk meminjam uang ke mama di desa.
Suamiku setuju dan kami pun pergi mengunjungi mama di desa untuk meminjam uang ke mama. Sesampainya kami disana, mama pun menyambut kami dengan hati yang senang banget. Ketika kami menyampaikan maksud kedatangan kami, mama pun langsung ke dalam kamar dan memberikan sebuah kapas untukku. Aku yang kebingungan pun langsung menanyakan pada mama apa maksudnya mama memberikan kapas ini padaku. Namun ketika aku buka kapas tersebut, ternyata isinya adalah uang receh yang banyak banget! Mama pun mengatakan, "Anakku, maafin mama ya gak bisa kasih kamu hidup yang layak sampai sekarang, bahkan waktu kamu nikah saja, kamu sama sekali gak punya rumah baru. Oleh karena itu, mama berusaha menyisihkan uang makan mama setiap hari dan ini hasil tabungan mama setiap hari. Kamu pakai saja uang itu untuk beli rumah baru kalian."
Aku pun langsung menangis mendengar pernyataan mama barusan dan berlutut di hadapan mama. "Maafin aku juga ma, bukannya kasih mama kehidupan yang lebih enak, aku malah datang untuk pinjem duit. Maafin aku ma."
Sepulangnya kami ke rumah, aku pun memberitahu suamiku untuk mengembalikan uang mama dan mencari uang untuk membeli rumah baru kita dengan sendiri. Suamiku pun setuju dengan ideku karena uang hasil tabungan mama ini bukanlah uang yang didapat dengan mudah, masa kami tega menghabiskannya untuk mencapai cita-cita kami? Aku pun bersyukur mempunyai seorang suami yang mengerti isi hatiku. Aku benar-benar sangat bahagia.
Sumber: Lookforward
http://www.cerpen.co.id/post_146393.html
