Ia Baru 18 Tahun, Namun Tiba-tiba Terjadi "Pendarahan" Pada Organ Pribadinya! Ternyata "Penyebabnya"… Benar-benar Miris!

Maria (nama samaran) yang ketika itu berada di sekolah, tiba-tiba pingsan dan kondisinya sangat buruk, sehingga segera dibawa ke rumah sakit dan harus dioperasi. Pihak sekolahnya pun langsung menghubungi Ibunya. Setelah sang ibu datang, operasi baru bisa dijalankan. Operasi itu meninggalkan bekas luka di bagian bawah perut Maria, dan ternyata hal itu terjadi karena kehamilan ektopik.
Ibunya pun kaget bukan main, yang ia tahu anaknya adalah anak baik-baik. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi?
Ternyata, sejak Maria berusia 10 tahun, kedua orangtuanya bercerai. Awalnya, sang ayah masih sering datang melihat Maria. Namun, sejak 3 tahun yang lalu, ayahnya menikah lagi dan punya anak lagi, yang membuat sang ayah tidak mempedulikan Maria dan ibunya. Demi mencari uang, ibu Maria kemudian bekerja keras, berangkat pagi, pulang malam. Karena itulah, Maria sering sendirian di rumah, untuk mengisi waktu kosong dan kesendiriannya, ia bermain permainan online dan bertemu dengan seorang lelaki. Hubungan mereka pun semakin lama semakin dekat, tempat tinggal mereka ternyata juga tidak jauh.
1 tahun pun berlalu, Maria masih diam-diam berpacaran. Meski Maria tahu bahwa hal ini tidak benar, namun ia kesepian dan tidak ada orang yang peduli dan mengerti dirinya. Dengan adanya sang pacar, ia merasa bisa melupakan segala masalahnya.
Setelah mendengarkan penjelasan Maria, ibunya merasa menyesal. Ia sedih karena selama ini hanya peduli dengan uang dan tidak menjaga Maria dengan baik. Karena hal inilah, ia sekarang merasa, tidak peduli bagaimanapun, ia harus baik-baik menemani putrinya itu.
Sebenarnya apa itu kehamilan ektopik?
Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berkembang di luar rahim, yang biasanya di dalam tuba falopi. Kehamilan berawal dari sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma. Dalam proses normal, sel telur yang telah dibuahi ini akan menetap di tuba falopi selama kurang lebih tiga hari, sebelum dilepaskan ke dalam rahim. Di dalam rahim, sel telur ini akan terus berkembang hingga masa persalinan tiba. Namun ada kemungkinan sel telur yang telah dibuahi menempel pada organ selain rahim dan inilah yang disebut kehamilan ektopik. Keadaan seperti ini sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan pecahnya tuba falopi jika kehamilan berkembang.
Gejala yang mungkin muncul seperti pendarahan vagina ringan, nyeri pada perut bawah, kram perut, mual dan muntah, pusing, bahkan pingsan.
Faktor resiko kehamilan ektopik:
Dalam beberapa tahun terakhir, kehamilan ektopik semakin sering terjadi, dimana 3 hal di bawah ini menjadi pemicu utama terjadinya kehamialn ektopik.
1. Merokok dan alkoholisme
Merokok dan minum alkohol jangka panjang dapat meningkatkan terjadinya kehamilan ektopik. Dibandingkan dengan wanita normal, probabilitasnya rata-rata adalah 1,5 - 4 kali lebih tinggi. Alkoholisme jangka panjang akan mempersempit tuba falopi wanita, memperburuk fungsi peristalsis dan pergerakan silia di dalam saluran telur, yang menyebabkan rahim tersumbat dan sel telur menempel di tuba falopi. Sedangkan rokok mengandung nikotin yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan terjadinya keguguran dan kehamilan ektopik.
2. Aborsi atau keguguran berkali-kali
Semakin sering wanita aborsi, maka semakin mudah ia mengalami kehamilan ektopik. Semakin sering melakukan aborsi, menyebabkan dinding rahim menipis dan dan tidak mampu menyediakan lingkungan pertumbuhan yang bagus untuk embrio berkembang.
3. Inflamasi tuba falopi
Pernah melakukan operasi pada saluran tuba falopi atau pernah mengalami inflamasi tuba falopi atau penyakit radang panggul, yang menyebabkan saluran tuba tersumbat.
Selain 3 hal ini, ada banyak faktor lain penyebab kehamilan ektopik, termasuk hamil di usia tua (40 tahun ke atas), penyakit menular seksual, pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya, dan sebagainya.
Bagaimana cara menjaga kesehatan wanita?
1. Penggunaan pakaian dalam.
Yang paling baik adalah menggunakan celana dalam berbahan katun, karena memiliki rongga yang memudahkan keluar masuknya udara.
2. Membersihkan bagian genital.
Jangan menggunakan lotion atau ramuan yang merusak pH bagian genital wanita dan memunculkan bakteri. Hindari membersihkan vagina menggunakan sabun yang mengandung pewangi. Dapat juga menggunakan 2-3 sendok baking soda atau garam yang dicampur ke dalam air. Hal ini berfungsi sebagai antiinflamasi, mengembalikan keseimbangan pH.
3. Memakan suplemen untuk menyuburkan rahim.
4. Olahraga
Olahraga ringan saja dapat meningkatkan kebugaran fisik, semangat, semangat daya tahan dan mental seseorang.
Yuk share artikel ini agar para wanita sadar untuk menjaga kesehatan tubuhnya!
Sumber: how

http://www.cerpen.co.id/post_146440.html