Bayi Prematur Usia "25 Minggu" Ini Lahir Sebesar Telapak Tangan! Kisah Perjuangannya "Melawan Kematian" Bikin Jantung Ikut Berhenti Berdetak!!
Pada zaman dahulu, bayi yang lahir prematur mungkin sulit bertahan hidup. Tapi, sekarang, zaman sudah berubah, teknologi sudah semakin canggih, alhasil, tingkat kelangsungan hidup bayi-bayi prematur pun juga lebih tinggi.
Francesca Bradley-Curran, bayi yang lahir pada usia 25 minggu dapat bertahan hidup mengandalkan teknologi kedokteran yang sudah modern.
Victoria Bradley (37 tahun) dan suaminya, Paul Curran (46 tahun) tidak pernah berpikir akan mempunyai anak lagi, karena faktor umur dan kondisi rahim Victoria sudah tidak memungkinkan ia untuk hamil.
Siapa sangka, Victoria mendapati dirinya mengandung seorang anak perempuan. Karena kondisi Victoria yang memang sudah kurang baik untuk hamil, bayi perempuannya harus lahir prematur dengan berat hanya 623 gram!
"Ia terlihat seperti janin yang belum sepenuhnya terbentuk. Kulitnya transparan, tidak ada alis maupun bulu mata, bahkan matanya pun tidak bisa dibuka, benar-benar sangat kecil. Butuh waktu 11 menit untuk menarik napas pertamanya…"
Dokter mengatakan bahwa kelangsungan hidup bayinya sangat tipis, namun masih ada harapan. Kalau saja bayinya lahir 2 hari lebih cepat (tidak sampai 25 minggu), maka sudah pasti tidak akan bisa diselamatkan.
Dokter juga berkatan pada Victoria bahwa bayinya mungkin tidak dapat bertahan hidup dan darahnya penuh dengan bakteri. Ketika dicap, telapak kakinya bahkan hanya sebesar koin 1 sen!
Setelah melewati berbagai macam perjuangan, melawan meningitis, septicemia, paru-paru dan ginjal menyusut, akhirnya bayi Francesca mulai tumbuh dan berkembang. Mesin dan selang yang membantunya bertahan hidup pun dicopot satu per satu. Akhirnya setelah 17 minggu dirawat di rumah sakit, Francesca diizinkan pulang.
Di lengan Victoria terdapa tato sepasang telapak kaki putri putrinya sebagai simbol kemenangan putrinya atas "pertarungannya" itu.
Benar-benar suatu keajaiban!
Sumber: dailymail
http://www.cerpen.co.id/post_146267.html
