Aku Sakit dan Dirawat di Rumah Sakit Hingga 5 Hari. Selama Itu, Suamiku Terus Melakukan "Hal Ini"! Akhirnya "Setelah Sembuh", Aku pun Meminta Cerai!
Aku baru menikah setahun, hubungan kamu masih baik-baik saja. Kami juga belum mengalami liku-liku rumah tangga. Hingga suatu hari aku sakit.
Hari itu hujan sangat besar, ketika aku pulang kerja, aku merasa sakit flu, kemudian aku demam malam harinya. Aku merasa sendi-sendiku sakit. Melihatku kesakitan, suami memberiku obat penghilang rasa sakit.
Aku bilang kepadanya untuk membawaku ke rumah sakit, namun ia mengatakan bahwa di luar sedang hujan deras, sebenarnya demam juga tidak perlu minum obat, istirahat saja yang cukup, minum air yang banyak. Aku pun minum air terus, namun aku jadi sering ke toilet. Tiba-tiba aku merasa kakiku tidak bisa digerakkan dan tidak bisa jalan.
Akhirnya aku tidak tahan juga dan aku menelpon ambulans, baru kemudian suami membawaku ke rumah sakit. Ketika di rumah sakit, perawat memberikan suntikan untuk menurunkan demam dan aku merasa baikan. Kemudian perawat menyuruhku untuk tes darah, melihat sebenarnya aku sakit apa. Namun, suamiku mengatakan tidak perlu, demam juga sudah turun, katanya rumah sakit cuma mau cari untung saja. Aku yang masih lemas akhirnya ikut pulang bersama suamiku, ia mengatakan unit gawat darurat terlalu mahal, kalau muncul masalah lagi, bseok saja baru urus.
Ketika sampai di rumah, aku mulai demam lagi. Semalaman aku menahan sakit. Keesokan harinya, aku bersama suamiku baru kembali ke rumah sakit. Setelah diperiksa, ternyata aku terkena radang paru-paru dan harus rawat inap. Suamiku bertanya ke dokter apa aku boleh tidak di rawat inap, karena kalau tidak masuk kerja, gaji kami akan dipotong. Dokter mengatakan tidak bisa, ia mengatakan bahwa penyakitku sudah parah! Baru kemudian suamiku membiarkanku rawat inap di rumah sakit.
Suamiku baru menjengukku ketika ia pulang kerja, setiap kali tanya ke dokter boleh tidak aku pulang rumah, setiap kali dokter memberikan resep, ia mengatakan resep dokter gak harus ditebus, ia bahkan mengatakan aku sakit kali ini membuatku tidak bisa bekerja dan menghabiskan banyak uang. Aku sakit dan merasa sangat lemah, tidak ingin bertengkar dengannya, hanya saja aku merasa kecewa dengannya.
Total 5 hari aku dirawat inap di rumah sakit, setelah pulang ke rumah, aku merasa ingin istirhat sehari dulu, baru besoknya masuk kerja. Namun suamiku merasa tidak senang, ia berkata, "Kamu kerja juga gak capek kan, tahan-tahan saja!"
Aku benar-benar merasa kecewa dengannya. Akhirnya aku berkata, "Kamu tidak perlu mengurusku lagi, aku juga tidak akan ikut campur urusanmu, kita belum punya anak, kita cerai saja! Di hatimu cuma ada uang, tidak ada aku, aku sudah sangat kecewa denganmu. Kali ini sakitku tidak begitu parah, kamu sudah begini, gimanan kalau nantinya aku sakit parah dan butuh perhatianmu. Kamu pasti akan menyerah, aku yakin dengan hal ini!"
Akhirnya, kami pun bercerai. Aku benar-benar tidak tahan hidup dengan seseorang yang lebih mementingkan uang daripada kesehatanku.
Kami bersama adalah suatu kesalahan, lebih baik kami berpisah dan hidup bahagia sendiri-sendiri.
Wah! Kejam banget suami seperti ini! Gimana menurut Sobat Cerpen?
Sumber: fafa
http://www.cerpen.co.id/post_146358.html
