Dua Sejoli Ini "Terpisah 696 Km" Selama 2 Tahun. "Cinta" Membuat Sang Wanita Berhasil Langsing 14 Kg dan Mendorong Sang Pria Meraih Prestasi Akademis!
Bagaimana kamu tahu bahwa pacarmu adalah cinta sejatimu? Setiap orang mungkin memiliki jawaban yang berbeda, namun jawaban Pong berikut ini mendapat like terbanyak dari para netizen: "Ketika aku memutuskan untuk berhenti main game dan mulai bekerja keras untuk memberi Yan sebuah kehidupan rumah tangga yang bahagia."
Perkenalkan, cewek cantik berikut ini adalah Yan.
Percaya atau tidak, Yan empat tahun yang lalu ternyata gemuk dan gak cantik seperti ini lho! Ehh, jangan salah sangka dulu, Yan tidak oplas kok!
Jika kamu kira Yan diet mati-matian dan jadi cantik demi menarik perhatian Pong, maka kamu salah besar! Yan dan Pong sudah suka sama suka ketika masih duduk di bangku SMA. Ketika itu Yan adalah seorang murid teladan, nilainya bagus dan sering kali ditunjuk untuk menjabat sebagai ketua kelas oleh para guru. Lain halnya dengan Pong, nilainya hancur dan dikenal sebagai murid nakal oleh para guru. Entah bagaimana, Pong yang ganteng dan disukai oleh murid-murid perempuan di sekolah, malah menyukai Yan yang gemuk dan tak menarik.
Yan dilarang berpacaran sebelum masuk kuliah, oleh sebab itu meskipun setiap hari Pong memberinya berbagai macam makanan kecil dan mengantarnya pulang, ia tetap tidak berpacaran dengan Pong.
Saat duduk di bangku kelas tiga SMA, Yan tiba-tiba terserang sebuah penyakit aneh, ia demam hingga 42 drajat dan seluruh tubuhnya sakit luar biasa. Tak disangka, pengobatan yang Yan jalani membuat dirinya semakin hari semakin bertambah gemuk. Namun demikian, hal itu tidak membuat Pong menjauh dari Yan. Setiap hari Pong pergi mengunjugi dan menghibur Yan di rumah sakit. Ia bahkan memberi tahu Yan dengan serius,"Jangan takut, tak peduli kamu berubah jadi seperti apa, aku akan tetap terus berada di sisimu."
Meskipun ketika itu Yan masih belum benar-benar mengerti apa itu cinta, namun ia semakin yakin bahwa Pong adalah pria yang tepat. Sejak saat itulah Pong dan Yan resmi berpacaran. Setelah lulus SMA, Yan diterima di sebuah perguruan tinggi di kota, sedangkan Pong yang nilainya jauh dari bagus akhirnya memutuskan untuk wajib militer.
Sejak saat itu Pong dan Yan kemudian berhubungan jarak jauh selama 4 tahun lamanya. Sebelum berpisah Pong berkata,"Hari-hari kuliah pasti bakal sepi gak ada aku, tapi kamu harus tunggu aku yah! Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membayar semua ini."
Waktu awal masuk barisan militer, setiap orang dilarang untuk menggunakan handphone, oleh sebab itu Pong dan Yan pun kehilangan kontak selama beberapa waktu. Ketika itu Yan setiap hari menangis di bawah selimut, adaptasi lingkungan kuliah dan kehilangan kontak dengna Pong membuatnya sangat tertekan. Yan tahu, ia tak boleh berlarut-larut dalam kesedihan, oleh sebab itu Yan mengisi waktunya dengan berbagai kegiatan. Ia menyibukkan dirinya hingga tak ada waktu untuk berpikir yang tidak-tidak.
Setelah beberapa waktu, Pong akhirnya diperbolehkan menggunakan handphone. Setiap malam Pong dan Yan saling telepon dan menceritakan setiap kejadian yang mereka alami. Merasa tak cukup hanya mendengar suara Pong, Yan pun mulai menabung untuk membeli tiket kereta api menuju tempat militer Pong.
Dalam waktu dua tahun, entah sudah berapa kali Yan pergi menghampiri Pong. Ia menempuh jarak sepanjang 696 km dengan kereta selama enam jam hanya untuk bertemu muka dengan Pong. Namun demikian, tidak setiap kali Yan bisa bertemu dengan Pong. Selama Pong berada di kamp, Yan hanya berhasil bertemu dengannya sebanyak empat kali saja, sedangkan sisanya, Yan hanya bisa berdiri di depan dinding kamp militer saja.
Setelah dua tahun masa wajib militer selesai, Pong pun memutuskan untuk masuk sekolah militer demi masa depan yang lebih baik. Pong belajar siang dan malam tanpa kenal lelah hingga akhirnya usahanya membuahkan hasil manis. Siapa sangka, Pong yang selalu menempati ranking terakhir di kelas, kini berhasil diterima di sekolah militer dengan nilai diatas rata-rata!
Yan sangat tersentuh melihat kegigihan Pong. Yan pun bertekad untuk menjadi wanita yang cantik dan sepadan dengan Pong. Yan mulai berhenti makan makanan yang tak sehat dan setiap hari lari sepanjang 5-10 km hingga berat badannya berhasil turun sebanyak 14 kg! Tak hanya itu, Yan juga mulai belajar cara merias wajah dan berpakaian.
Dan… ini dia hasilnya!!
Selama berpacaran Yan dan Pong menghabiskan waktu untuk berkata-kata manis, namun lebih dari itu, mereka mulai sama-sama memikirkan dan mendiskusikan rencana hidup mereka kedepan. Setelah lulus, Yan dan Pong pun mengakhiri masa LDR dengan bekerja di kota yang sama.
Kini Pong dan Yan hendak masuk ke sebuah babak baru: pernikahan.
"Aku sangat bersyukur karena hubungan asmara ini membuatku menjadi seorang pribadi yang semakin baik. Aku juga sangat berterima kasih pada Yan, ialah yang menghidupkan semangatku untuk berusaha semaksimal mungkin." Ujar Pong.
Sobat Cerpen, nilai sebuah hubungan asmara bukan terletak pada siapa dirimu/pacarmu, namun jadi orang seperti apakah kalian saat berpacaran. Hubungan asmara yang sehat pasti akan mendorong dua individu untuk jadi seseorang yang semakin baik dan maju! Yang setuju, yuk share sebanyak-banyaknya!
Sumber: Coco
http://www.cerpen.co.id/post_145118.html
